Memperhitungkan Lagi Kesiapan Indonesia Menghadapi AFTA 2015

Dhita Arinanda

05 Mar 2014 | 12:32

Globalisasi perdagangan adalah peristiwa dunia yang mau tidak mau tetap harus diikuti oleh kita, memang di beberapa kasus Organisasi-Organisasi zona perdagangan tersebut cenderung merugikan negara ...

Baca Selengkapnya »

1 Komentar
  • Riev Vand Nistelrooy

    Pemerintah tak seharusnya latah terhadap sisi positif agenda ekonomi dari negara-negara kapitalis terbesar seperti USA & EU untuk merumuskan serta merealisasikan FREE TRADE untuk negara-negara didunia dengan mengesampingkan kepentingan kedaulatan ekonomi dalam negeri, bagaimanapun juga itu pasti banyak berdampak buruk bagi masyarakat daripada dampak positifnya karena secara infrastruktur maupun regulasi kita sangat lemah. mungkin dalam waktu dekat ini tepatnya ditahun 2015 kita memasuki masyarakat AFTA bukan tidak mungkin ditahun tersebut Indonesia tidak bisa menikmati pertumbuhan ekonomi seperti saat ini meskipun pertumbuhan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, saat ini Indonesia memiliki market yang besar, kondisi geografis & demografi yang menggiurkan bagi dunia investasi dengan begitu ekonomi Indonesia saat ini telah menuju pada era ekonomi maju. free trade adalah akal-akalan negara barat yang sudah terpuruk akibat resesi yang belum menunjukan perbaikan karena secara prinsip mereka kehilangan pasar ekspor disamping itu kondisi internal negara2 UE & AS sangat rentan kebangkrutan karena masalah "gagal" utang. Berbagai stimulus baik yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan seperti The FED, IMF, Bank Dunia maupun European Central Bank pun tak mampu memperbaiki sistem ekonomi secara jangka panjang bagi negara2 UE & AS yang terncam "kolaps". yah tujuan utama untuk menyelamatkan mereka dari dampak resesi adalah mengkapitalisasi pasar global dengan harapan mereka dengan segala kemampuannya dengan bebas mengneruk keuntungan dari negara yang dianggap "lemah" bahkan klo kita berspekulasi dana kapitalisasi akan disimpan dinegara asalnya untuk memperbaiki kondisi kas negara (UE & AS), klo ini memang terjadi saya harap pemerintah lebih jeli dalam memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bakal menimpa kedaulatan ekonomi bangsa ini terutama bagi kehidupan ekonomi masyarakat kita. menarik mbak :)

    2014-03-05 21:57:00